Hidup di Jepang

Kartu Penduduk (Zairyū Card) — Aturan yang Wajib Diketahui Setiap Penduduk Asing

Terakhir ditinjau: 2026-07-18 Aturan resmi — verifikasi sebelum bertindak

Kartu penduduk (zairyū card) adalah identitas utama Anda di Jepang. Anda wajib mendaftarkan alamat dalam 14 hari setelah pindah, selalu membawa kartu, dan melaporkan perubahan — sebagian besar urusan lain (bank, ponsel, asuransi) bergantung padanya.

Fakta utama

Diterbitkan
Di bandara besar saat tiba
Pendaftaran alamat
Dalam 14 hari di kantor kota
Kewajiban membawa
Setiap saat (16+)
Pindah alamat
Lapor dalam 14 hari
Kartu hilang
Ajukan ulang dalam 14 hari

Daftar sekali-jalan kantor distrik (2026)

Langkah Yang terjadi Sumber
① Lapor pindah masuk Dalam 14 hari setelah tiba, ke kantor distrik tempat tinggal; bawa kartu izin tinggal + paspor, loket langsung mencetak alamat di belakang kartu Resmi
② My Number Sekitar 2–3 minggu setelah registrasi, surat pemberitahuan nomor tiba di rumah; kartu fisiknya diajukan terpisah — bank, remitansi, pajak semua menanyakan nomor ini Resmi
③ Asuransi kesehatan nasional Yang tak punya asuransi perusahaan (pelajar dsb.) mendaftar di loket NHI dalam kunjungan yang sama; premi tahun pertama mengikuti penghasilan Jepang tahun lalu, jadi nyaris terendah Resmi
④ Pensiun nasional Usia 20+ mendaftar di gedung yang sama; pelajar langsung ajukan penangguhan khusus pelajar — dilewatkan berarti tunggakan, bukan pembebasan Resmi
⑤ Bawa anak Permohonan tunjangan anak dan pendaftaran sekolah negeri biasanya selesai di gedung yang sama Perkiraan P2J
⑥ Registrasi stempel (opsional) Perlu untuk properti, pinjaman, mobil; hidup ngontrak biasa boleh dilewati dulu Perkiraan P2J

Mengapa kartu ini lebih penting dari paspor (sehari-hari)

Dalam kehidupan sehari-hari, kartu penduduk — bukan paspor — adalah dokumen yang menggerakkan Jepang. Menyewa apartemen, membuka rekening bank, meneken kontrak ponsel, ikut asuransi kesehatan: setiap urusan dimulai dengan menunjukkannya. Anggap 14 hari pertama setelah pindah masuk sebagai sprint administratif dengan kartu ini di pusatnya.

Apa yang tertera di kartu

Nama, foto, kewarganegaraan, status tinggal, masa tinggal, status izin kerja, dan alamat terdaftar (ditulis/dicetak kantor kota). Pemberi kerja akan memeriksa baris izin kerja saat merekrut — termasuk untuk kerja paruh waktu pelajar.

Tiga aturan “14 hari”

Administrasi residensi Jepang berulang kali memakai satu angka — 14 hari:

  1. Pindah masuk / pindah antar kota → beri tahu kantor kota dalam 14 hari.
  2. Kehilangan kartu → ajukan penerbitan ulang dalam 14 hari.
  3. Ganti pemberi kerja (pemegang visa kerja) → lapor imigrasi dalam 14 hari.

Menjadikannya aturan pribadi (“ada perubahan → lapor dalam dua minggu”) membuat Anda patuh di hampir semua situasi.

Sekali ke kantor distrik, lima urusan beres

Tabel di atas adalah daftar lengkap kunjungan kantor distrik minggu pertama — ikuti nomor secara berurutan, karena tiap langkah berikutnya bergantung pada registrasi alamat sebelumnya. Bawaannya cuma tiga: kartu izin tinggal, paspor, dan (jika berkeluarga) kartu + paspor semua anggota. Tanpa janji temu; sore hari kerja paling sepi, satu-dua jam seluruh daftar selesai. Dua jebakan: hitungan 14 hari mulai dari hari mendarat dan kelebihannya muncul di pemeriksaan visa berikutnya; dan di loket pensiun “tidak berbuat apa-apa” bukanlah pembebasan — pelajar harus bilang sendiri mau mengajukan penangguhan khusus pelajar, yang berpenghasilan rendah bilang mau mengajukan pembebasan. Baru berlaku setelah diajukan.

Bahasa Jepang untuk halaman ini (tekan ▶)

Tennyū todoke o dashitai desu. Saya ingin lapor pindah masuk.
Kokumin kenkō hoken ni kanyū shitai desu. Saya ingin masuk asuransi kesehatan nasional.
Jūminhyō ga ittsū hoshii desu. Saya perlu satu lembar juminhyo.
Zairyū kādo no jūsho henkō ni kimashita. Saya datang mengubah alamat di kartu izin tinggal.
Gaikokujin sōdan madoguchi wa arimasu ka. Ada loket konsultasi orang asing?
Nihongo ga amari hanasemasen. Yukkuri onegai shimasu. Saya kurang bisa bahasa Jepang. Tolong pelan-pelan.

Audio disintesis dengan VOICEVOX:Meimei Himari pada kecepatan standar untuk ditirukan; percakapan asli lebih cepat dan beraksen.

Langkah demi langkah

  1. Terima kartu di bandara

    Di Narita, Haneda, Kansai, dan bandara besar lainnya, penduduk jangka menengah-panjang menerima kartu di imigrasi saat tiba. Kolom alamat masih kosong saat ini.

  2. Daftarkan alamat dalam 14 hari

    Setelah punya tempat tinggal, bawa kartu ke kantor kota/distrik wilayah Anda dan selesaikan pemberitahuan pindah masuk. Alamat akan dituliskan di kartu.

  3. Buka pintu-pintu yang bergantung padanya

    Rekening bank, kontrak ponsel, asuransi kesehatan, dan My Number semuanya berawal dari kartu penduduk yang sudah terdaftar alamat. Selesaikan di minggu-minggu pertama.

  4. Jaga tetap mutakhir

    Laporkan setiap pindah alamat ke pemerintah kota baru dalam 14 hari. Perubahan nama, kewarganegaraan, atau status visa diurus di kantor imigrasi.

Kesalahan umum & peringatan

  • Tidak membawa kartu penduduk adalah pelanggaran; polisi dapat memintanya. Bawa kartu fisik, bukan foto.
  • Melewati tenggat 14 hari pendaftaran alamat dapat memengaruhi perpanjangan visa dan merupakan pelanggaran hukum.
  • Jika kartu hilang atau dicuri, buat laporan polisi lalu ajukan penerbitan ulang di kantor imigrasi dalam 14 hari.

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa yang mendapat kartu penduduk?

Penduduk jangka menengah-panjang — pada dasarnya siapa pun yang tinggal lebih dari 3 bulan dengan status tinggal resmi. Turis dan pengunjung singkat tidak menerimanya.

Apakah kartu penduduk sama dengan My Number?

Tidak. Kartu penduduk membuktikan status imigrasi Anda; My Number adalah nomor pajak/jaminan sosial yang terbit setelah pendaftaran alamat. Anda akan memakai keduanya untuk keperluan berbeda.

Bagaimana nasib kartu saat visa diperpanjang?

Kartu baru dengan masa tinggal baru diterbitkan di kantor imigrasi saat perpanjangan Anda disetujui.

Sumber resmi

Halaman ini hanya memberikan informasi umum, bukan nasihat hukum. Aturan imigrasi dapat berubah; selalu pastikan melalui sumber resmi di atas sebelum mengambil keputusan.

Konten terkait